
JAKARTA (5/12/2025) – Pemerintah Kabupaten Paser bersama para pemangku kepentingan menggelar Konsultasi Publik terkait Studi Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengembangan Bandara Paser. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (5/12) ini menjadi langkah strategis dalam mematangkan rencana pembangunan infrastruktur transportasi udara guna mendongkrak perekonomian daerah.
Agenda ini mempertemukan berbagai pihak untuk membahas kelayakan proyek, model pendanaan, hingga tantangan regulasi yang dihadapi.
Urgensi Ekonomi dan Potensi Investasi
Dalam paparan studi pendahuluan, tim konsultan menyoroti bahwa pengembangan Bandara Paser memiliki nilai strategis tinggi bagi pertumbuhan ekonomi regional dan penciptaan lapangan kerja. Tingkat kesadaran dan dukungan masyarakat setempat terhadap proyek ini dinilai sangat tinggi berdasarkan hasil survei awal.
Diskusi utama berfokus pada skenario pendanaan, di mana skema KPBU (Kemitraan Publik-Swasta) dinilai sebagai solusi paling potensial dibandingkan hanya mengandalkan APBD semata.
Kebutuhan Konektivitas Korporasi dan Kargo
Salah satu sorotan penting dalam pertemuan tersebut datang dari perwakilan sektor swasta yang beroperasi di wilayah Paser. Terungkap bahwa sebuah perusahaan besar di daerah tersebut memiliki ribuan karyawan dengan mobilitas tinggi, menciptakan permintaan (demand) nyata akan transportasi udara yang efisien, tidak hanya untuk penumpang tetapi juga untuk logistik kargo dan kondisi darurat.
Menanggapi hal ini, rencana rute penerbangan akan diperluas dalam studi untuk mencakup konektivitas ke kota-kota besar seperti Surabaya, Makassar, Balikpapan, hingga Jakarta dan Semarang.
Harmonisasi Regulasi dan Kesiapan Lahan
Aspek legalitas dan birokrasi menjadi topik diskusi yang hangat, khususnya mengenai transfer otoritas dari pemerintah pusat ke daerah. Para peserta menekankan perlunya koordinasi intensif dengan kementerian terkait.

Dari sisi kesiapan fisik, Pemerintah Kabupaten Paser melaporkan bahwa 80% lahan untuk lokasi bandara telah bersertifikat dan berkomitmen menuntaskan sisanya segera.
Langkah Strategis Selanjutnya
Pertemuan ditutup dengan penyusunan rencana aksi konkret, termasuk rencana pertemuan lanjutan dengan Kementerian Dalam Negeri, pelaksanaan survei mendalam dengan maskapai penerbangan, serta percepatan penyelesaian dokumen aset daerah. Kolaborasi kuat antara pemerintah dan swasta diharapkan menjadikan Bandara Paser sebagai katalisator kemajuan ekonomi daerah.
Penulis : IT Support Officer (mkm) Dibantu : Gemini Anjarwati ,Canva Syahputra


